Apa Saja yang Diperiksa Saat Tes Kesehatan Polisi 2025 : Panduan Lengkap untuk Calon Anggota Polri

Apa saja yang diperiksa saat tes kesehatan polisi – menjadi pertanyaan utama bagi calon peserta rekrutmen Polri 2025.

Tes kesehatan atau rikkes merupakan tahapan yang sangat menentukan, karena banyak calon siswa (casis) gugur bukan karena akademik atau psikotes, tetapi karena tidak memenuhi syarat kesehatan.

Pemeriksaan ini dilakukan secara menyeluruh dan ketat untuk memastikan bahwa calon anggota Polri memiliki kondisi fisik dan kesehatan prima, sesuai dengan tuntutan tugas di lapangan.

Seleksi kesehatan Polri terdiri dari dua tahap, yaitu Rikkes I dan Rikkes II, yang mencakup pemeriksaan luar, organ dalam, serta tes laboratorium. Panduan ini disusun berdasarkan informasi resmi dari casispolri.id, polri.go.id, dan jogja.polri.go.id agar Anda dapat mempersiapkan diri dengan benar.

Tahapan Tes Kesehatan Polri 2025

Syarat Gigi Masuk Polisi untuk Lolos Tes Kesehatan Gigi, Begini Syaratnya!  | Joy Dental

Pemeriksaan kesehatan pada seleksi Polri dibagi menjadi dua tahap utama, yaitu:

a. Rikkes Tahap I (Pemeriksaan Awal)

Rikkes I dilakukan untuk menilai kondisi fisik luar dan kesehatan umum calon peserta. Pemeriksaan ini dilakukan oleh tim medis Polri yang bekerja sama dengan dokter TNI atau rumah sakit daerah.

Fokus pemeriksaan pada tahap ini meliputi:

  • Pemeriksaan tinggi dan berat badan serta penghitungan Body Mass Index (BMI).
  • Tekanan darah dan denyut nadi.
  • Kondisi mata (visus, buta warna, silinder).
  • Pemeriksaan THT (telinga, hidung, tenggorokan).
  • Pemeriksaan gigi dan mulut.
  • Pemeriksaan fisik luar seperti bentuk tubuh, tulang punggung, kulit, varises, atau bekas luka operasi besar.

Tahap ini disebut juga “screening awal”, di mana hasilnya menentukan apakah peserta dapat melanjutkan ke tahap berikutnya.

b. Rikkes Tahap II (Pemeriksaan Lanjutan)

Bagi calon yang dinyatakan lolos Rikkes I, akan mengikuti Rikkes II yang lebih mendalam. Pemeriksaan ini dilakukan dengan alat medis modern di rumah sakit Polri atau RS rujukan.

Pemeriksaan tahap II mencakup:

  • Tes darah lengkap (hemoglobin, leukosit, trombosit, gula darah, kolesterol, fungsi hati dan ginjal).
  • Tes urine untuk mendeteksi narkoba, infeksi, dan fungsi ginjal.
  • Rontgen dada (X-Ray) untuk menilai kondisi paru-paru dan jantung.
  • Elektrokardiogram (EKG) untuk menilai kesehatan jantung.
  • USG abdomen untuk memeriksa organ dalam seperti hati, ginjal, dan limpa.
  • Pemeriksaan mata lanjutan, termasuk tes buta warna dan astigmatisme.
  • Tes kejiwaan ringan (MMPI singkat) pada beberapa wilayah.

Rikkes II bertujuan memastikan calon anggota Polri benar-benar sehat secara menyeluruh dan tidak memiliki penyakit bawaan serius.

Pemeriksaan Detail Setiap Bagian Tubuh

Rekrutmen Bintara Polri 2022, 2.913 Orang Ikuti Tes Kesehatan Tahap 1 di  Polda Bali - Tribun-bali.com

a. Pemeriksaan Fisik dan Postur Tubuh

Tim medis akan memeriksa bentuk tubuh secara keseluruhan, mulai dari kepala, bahu, punggung, hingga kaki. Hal-hal yang diperhatikan meliputi:

  • Keseimbangan postur tubuh.
  • Tidak ada cacat bawaan seperti skoliosis (punggung bengkok).
  • Tidak ada luka permanen besar atau varises menonjol.
  • Kulit bersih dari penyakit menular seperti jamur kronis atau infeksi kulit.

b. Pemeriksaan Mata

Pemeriksaan mata dilakukan untuk memastikan ketajaman penglihatan dan kemampuan membedakan warna.
Yang diuji antara lain:

  • Visus mata: kemampuan melihat jauh dan dekat.
  • Tes buta warna (Ishihara test).
  • Astigmatisme: gangguan pada kornea mata.
  • Katarak atau gangguan retina.

Catatan: Calon yang memiliki minus atau silinder tinggi bisa dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) tergantung batas toleransi tiap tahun.

c. Pemeriksaan THT (Telinga, Hidung, Tenggorokan)

Bagian ini penting karena anggota Polri harus memiliki pendengaran dan pernapasan yang baik.

  • Pemeriksaan telinga: kebersihan liang telinga, fungsi gendang, dan kemampuan mendengar frekuensi standar.
  • Pemeriksaan hidung: ada tidaknya polip, deviasi septum, atau infeksi sinus.
  • Pemeriksaan tenggorokan: kondisi tonsil (amandel), pita suara, dan infeksi kronis.

d. Pemeriksaan Gigi dan Mulut

Pemeriksaan gigi dilakukan oleh dokter gigi Polri.
Yang diperhatikan:

  • Kesehatan gusi.
  • Jumlah gigi yang masih lengkap.
  • Tidak ada infeksi gigi atau gigi berlubang parah.
  • Tidak memakai behel permanen atau gigi palsu lepas-pasang.

Gigi yang berlubang masih bisa ditambal sebelum tahap akhir jika masih diberi waktu oleh panitia.

e. Pemeriksaan Kulit dan Reproduksi

Calon akan diperiksa kondisi kulitnya, terutama dari penyakit menular seperti:

  • Panu, kurap, atau infeksi kulit berat.
  • Luka operasi besar, keloid, atau tato (bagi pendaftar bintara/tamtama tidak diperbolehkan).
    Untuk organ reproduksi (pria/wanita), dokter akan memastikan tidak ada hernia, varikokel, atau penyakit kelamin.

f. Pemeriksaan Organ Dalam

Melalui tes EKG, USG, dan rontgen, dokter akan memeriksa:

  • Fungsi jantung, paru, dan ginjal.
  • Tidak adanya pembesaran hati, limpa, atau tumor.
  • Tidak ada penyakit menular seperti TBC aktif atau hepatitis.

g. Tes Laboratorium

Tes darah dan urine menjadi dasar dalam rikkes II.
Yang diuji antara lain:

  • Kandungan gula darah dan kolesterol.
  • Fungsi hati dan ginjal.
  • Deteksi narkoba dan alkohol.
  • Pemeriksaan infeksi menular (HIV, hepatitis).

Standar Kelulusan Tes Kesehatan

Standar kelulusan mengacu pada pedoman resmi Peraturan Kapolri No. 7 Tahun 2017 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kesehatan.
Beberapa tolok ukur umumnya:

  • Tekanan darah: 110–130 / 70–90 mmHg.
  • Denyut nadi: 60–100 kali/menit.
  • BMI ideal: 18,5–25.
  • Tidak ada cacat fisik signifikan.
  • Penglihatan minimal 6/12 tanpa alat bantu.

Peserta yang dinilai “Tidak Memenuhi Syarat (TMS)” pada tahap Rikkes I tidak dapat melanjutkan ke Rikkes II.

Faktor yang Sering Menyebabkan Gugur

Berdasarkan laporan panitia seleksi Polri tahun-tahun sebelumnya, berikut penyebab umum gagal rikkes:

  1. Tekanan darah terlalu tinggi atau rendah.
  2. Gigi rusak banyak dan belum diperbaiki.
  3. Buta warna parsial.
  4. Gangguan tulang punggung (skoliosis/siposis).
  5. Varikokel (pembesaran pembuluh darah testis).
  6. Kadar kolesterol/gula darah tinggi.
  7. Paru-paru atau jantung bermasalah.
  8. Hasil tes urine positif zat terlarang.

Tips Lolos Tes Kesehatan Polri 2025

Agar peluang lulus meningkat, berikut strategi yang direkomendasikan oleh dokter pembina Polri dan situs resmi casispolri.id:

a. Cek kesehatan sejak dini

Lakukan medical check-up minimal 3–6 bulan sebelum seleksi. Jika ditemukan kelainan, masih ada waktu memperbaikinya.

b. Jaga pola hidup sehat

Konsumsi makanan bergizi seimbang, kurangi makanan tinggi lemak, hindari rokok dan alkohol, serta perbanyak air putih.

c. Istirahat cukup dan olahraga ringan

Tidur cukup membantu menstabilkan tekanan darah, sedangkan olahraga ringan menjaga kebugaran dan berat badan ideal.

d. Periksa gigi dan mata lebih awal

Banyak casis gugur karena masalah kecil seperti gigi berlubang atau mata minus. Segera perbaiki sebelum pendaftaran dibuka.

e. Hindari penggunaan suplemen berlebihan

Beberapa suplemen dapat memengaruhi hasil tes urine atau darah. Pastikan hanya konsumsi vitamin yang aman.

f. Persiapkan mental dan administrasi

Bersikap tenang saat pemeriksaan agar tensi darah stabil. Persiapkan dokumen kesehatan pribadi seperti kartu vaksin dan riwayat medis.

Peraturan dan Dokumen Resmi

Beberapa dasar hukum dan panduan resmi yang digunakan panitia rekrutmen Polri

Tes kesehatan Polri bukan sekadar formalitas, melainkan tahap krusial yang menilai kesiapan fisik dan medis calon anggota. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh, mulai dari tinggi badan, tekanan darah, mata, THT, hingga organ dalam dan laboratorium.

Dengan mempersiapkan diri sejak awal — menjaga gaya hidup sehat, rutin check-up, dan memahami apa saja yang diperiksa — peluang Anda untuk lulus seleksi kesehatan Polri 2025 akan jauh lebih besar. Ingat, kesehatan prima adalah kunci untuk menjadi pelindung dan pengayom masyarakat yang tangguh.

Program Premium Tes POLRI di Bimbel jadiPOLISI

“Kami Bantu, Kami Pandu, Kami Bimbing Sampai Amazing!” 🌟

Slide
previous arrow
next arrow

📋 Cara Membeli dengan Mudah:

  1. Unduh Aplikasi JadiPOLISI: Temukan aplikasi JadiPOLISI di Play Store atau App Store, atau akses langsung melalui website.
  2. Masuk ke Akun Anda: Login ke akun JadiPOLISI Anda melalui aplikasi atau situs web.
  3. Pilih Paket yang Cocok: Dalam menu “Beli”, pilih paket bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan untuk melihat detail setiap paket.
  4. Gunakan Kode Promo: Masukkan kode “BIMBELPOLRI” untuk mendapat diskon spesial sesuai poster promo
  5. Gunakan Kode Afiliasi: Jika Anda memiliki kode “RES55”, masukkan untuk diskon tambahan.
  6. Selesaikan Pembayaran: Pilih metode pembayaran dan selesaikan transaksi dengan aman.
  7. Aktivasi Cepat: Paket Anda akan aktif dalam waktu singkat setelah pembayaran berhasil.

Mau berlatih Soal-soal Rekrutmen atau Tes POLRI? Ayoo segera gabung sekarang juga!! GRATISSS

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top